Destinasi Menarik Di Jakarta Pusat

Jakarta Pusat

Jakarta pusat memang terkenal dengan pusat perekonomian, politik, dan yang lebih terkenal lagi adalah pusat macet di Indonesia. Tak ayal begitu banyak tempat sewa apartemen Jakarta Pusat sampai dengan mall, begitu juga dengan tempat hiburan malam. Tak ayal jika Jakarta Pusat disebut dengan Kota yang tak pernah tidur.

Namun sebenarnya Jakarta Pusat bukan hanya soal Mall dan THM, ada banyak tempat wisata yang bisa didatangi dengan keluarga, penasaran diama saja.

Berikut kami berikan tempat destinasi wisata yang ada di Jakarta Pusat selain mall dan THM, mulai dari:

  1. Monas

Monumen Nasional atau Monas adalah ikon dari kota Jakarta yang ramai dikunjungi wisatawan. Monas adalah sebuah tugu dengan tinggi 132 meter dengan sebuah lidah api yang dibuat dengan emas di ujung atasnya. Berlokasi di Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, banyak aktifitas yang dapat anda lakukan di tempat ini, diantaranya menikmati pemandangan dari puncak monas, mengunjungi museum yang berisi diorama, melihat relief sejarah Indonesia, mendengar rekaman proklamasi, hingga berpiknik dan bersepeda. Monas juga sering sekali digunakan sebagai tempat acara besar, seperti pesta tahun baru, dan lain-lain.

  1. Pasar Baru

Pasar Baru adalah sebuah kawasan perdagangan yang berdiri sejak tahun 1820. Selain sebagai pusat belanja paling tua di Jakarta, Pasar Baru sudah menjadi tempat wisata di Jakarta Pusat yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik yang dari Indonesia maupun yang dari luar negeri. Wisatawan-wisatawan ini datang ke Pasar Baru dengan tujuan wisata belanja. Toko-toko di Pasar Baru memiliki bentuk seperti bangunan di Eropa dan China. Toko-toko ini menjual berbagai barang, mulai dari pakaian, sepatu, peralatan olahraga, kain, kacamata, jam tangan, batik, perlengkapan salon, hingga makanan dan jasa penjahitan. Barang-barang di sini dapat dibeli dengan harga murah dan banyak sekali pilihannya.

  1. Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal yang berlokasi di Jakarta Pusat adalah tempat ibadah umat Islam yang juga berfungsi sebagai tempat wisata religi yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan luar negeri yang beragama Islam. Masjid Istiqlal adalah masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas sekitar 200,000 orang, menara setinggi 90 meter, dan diameter kubah selebar 45 meter. Banyak wisatawan asing yang suka datang ke Masjid Istiqlal dengan tujuan mempelajari Islam. Setiap hari besar Islam, Masjid Istiqlal selalu padat oleh umat, bahkan Presiden Indonesia juga selalu ikut kegiatan keagamaan di sini.

  1. Museum Sumpah Pemuda

Peristiwa Sumpah Pemuda merupakan tonggak dari bersatunya para pemuda Indonesia. Awal mula dari pergerakan nasional dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melalui Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Gedung Kramat 106 yang menjadi saksi dari perkumpulan pemuda Indonesia menjadi cagar budaya pada tahun 1972 dengan SK Gubernur DKI Jakarta yang kala itu dijabat oleh Ali Sadikin. Di gedung ini para pemuda angkatan 28 beradu pendapat dan menyusun strategi untuk membebaskan rakyat dari penjajah. Selain itu, tempat ini juga menjadi sekretariat PPPI dan penerbitan Majalah Indonesia Raja. Kelompok kesenian “Langen Siswo” serta para pelajar STOVIA juga menjadikan gedung ini sebagai basis dari kegiatan mereka.

  1. Kota Tua

Pusat aktifitas sekaligus pusat perdagangan pada jaman VOC di Indonesia. Dengan bangunan – bangunan khas Belanda, kota ini menjadi relik dari penampakan Jakarta pada jaman dahulu. Di sini, tidak hanya Museum Fatahillah yang menjadi saksi sejarah, tetapi juga Museum Bank Indonesia yang dulunya merupakan sebuah rumah sakit dan Museum Seni Rupa dan Keramik yang pernah menjadi gedung pengadilan sekaligus gudang logistik pada masa VOC. Ingin sejenak melihat pelabuhan Jakarta, maka mengunjungi Pelabuhan Sunda Kelapa dengan sepeda onta yang dapat disewa di kawasan Kota Tua menjadi aktifitas yang bermakna. Selain itu, kostum jaman penjajahan mulai dari kostum khas Belanda hingga kostum rakyat jelata pun tersedia untuk mengabadikan momen bersejarah di Jakarta jaman dulu.

No comments.

Leave a Reply