6 Upaya Pencegahan Penyakit Cacingan Pada Anak

Cacingan adalah salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh anak-anak. Penyebabnya pun beragam, terutama karena kebersihan lingkungan yang tidak diperhatikan dengan baik. Anak yang tengah mengalami penyakit cacingan ini akan menunjukkan gejala hilangnya nafsu makan, sakit perut, dan berat badan si kecil yang mendadak tidak stabil.

Pada dasarnya penyakit ini bisa dihindari apabila Anda tahu caranya. Upaya-upaya pencegahan sebaiknya dilakukan agar si kecil tidak terserang penyakit cacingan ini. Nah apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah cacingan pada anak? Simak ulasannya berikut ini.

Cacingan

  1. Jagalah kebersihan

Kebersihan adalah sebagian dari iman kita. Selain untuk menjaga tubuh dari penyakit, dengan menjaga kebersihan akan meminimalisir terjadinya gangguan-gangguan dalam perkembangan otak dan tubuh anak.

Salah satu contoh dalam menjaga kebersihan diri, yaitu dengan rutin memotong kuku, menggunakan sandal jika saat berjalan-jalan di luar, hingga rajin mencuci tangan sebelum makan. Mulai biasakan anak-anak untuk menjaga kebersihan seperti yang telah disebutkan tadi. Hal-hal sederhaha tersebut sangat berdampak besar dalam menjaga kesehatan anak. Terutama dalam mencegah penyakit cacingan.

  1. Mengomsumsi obat cacing

Salah satu pencegahan dalam penyakit ini adalah dengan rutin mengomsumsi obat cacing setiap 6 bulan sekali. Selain menjaga metabolisme tubuh, obat cacing juga berfungsi untuk mengobati anak-anak yang telah terlanjur terjangkiti penyakit ini.

Dengan meminum obat cacing, maka akan bereaksi pada cacing yang menginfeksi di area pencernaan. Cacing akan mati dan melebur bersama dengan feses keluar dari saluran pencernaan.

  1. Memasak dengan aturan yang benar

Memasak tentunya ada aturan tersendiri, seperti dalam memanggang sayur, yang mana harus dalam tekanan panas sekitar 180 derajat celcius dalam waktu 20 – 25 menit. Hal ini berfungsi untuk membunuh bakteri dan hama yang menempel pada sayuran. Selain itu juga untuk menjaga nutrisi yang terkandung pada sayuran tersebut.

  1. Rutin mencuci sprei

Sprei umumnya jika terlalu lama tidak dicuci maka akan menjadi sarang tungau dan bakteri lainnya.  Sehingga jika si kecil setiap hari tidur di atas kasur sprei yang jarang dicuci tentunya akan menimbulkan penyakit infeksi cacing ini.

Apabila telanjur terjangkiti penyakit ini, maka sebaiknya segera mengganti sprei lama dengan yang baru. Mulailah rutin mencuci seprei setiap 4 atau 5 hari sekali.

  1. Hindari memakan daging babi

Daging babi menurut beberapa penelitian mengatakan, bahwa daging tersebut terlalu banyak mengandung cacing pita. Terlebih lagi di bagian usus pencernaanya. Meski secara realita daging babi terkenal lebih murah harganya daripada daging sapi, sebisa mungkin hindarilah untuk mengomsumsi daging ini.

Dikarenakan daging ini mengandung lebih banyak cacing pita, maka akan menyebabkan kerusakan tersendiri bagi para konsumennya. Selain menyebabkan penyakit ini, cacing pita juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan otak dan pencernaan.

  1. Mengomsumsi sayur

Selain untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan, sayur juga berfungsi untuk mencegah penyakit ini, salah satu contohnya yaitu dengan mencampurkan bawang putih pada makanan anak. Dengan mencampurkan bawang putih, maka akan meminimalisir tingkat perkembangbiakan cacing di saluran pencernaan.

Hal ini disebabkan cacing sangat tidak suka dengan aroma menyengat dan zat kimia yang terkandung dalam bawang putih. Maka bisa dipastikan, cacing akan terbunuh dengan sendirinya jika si kecil sering mengomsumsi bawang putih.

Selain itu, wortel mentah juga turut berfungsi dalam membebaskan diri dari infeksi cacing. Dengan mengomsumsi 1 batang wortel mentah setiap minggunya, cukup untuk mencegah dari penyakit cacingan.

Demikianlah 6 langkah yang dapat diterapkan agar si kecil tidak terserang penyakit cacingan. Bagaimana pun juga cacingan ini merupakan suatu penyakit sehingga segera mengobatinya adalah alternatif terbaiknya. Lagi pula Anda tidak ingin kan anak terus lemas karena sakit?

Beberapa Cara Penanganan Atau Pertolongan Pertama Yang Mudah Pada Penderita Diare

Diare Penyakit

Diare adalah penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Penyakit ini bisa mengakibatkan seorang penderitanya mengalami dehidrasi atau kehilangan cairan disebabkan oleh buang air besar yang intensitasnya diluar batas normal kebiasaan sehari – hari atau sering. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, kapan saja dan dimana saja baik itu anak – anak maupun orang dewasa. Diare ini termasuk jenis penyakit yang berbahaya karena bisa menyebabkan kematian jika penanganannya tidak tepat ataupun kurang cepatnya penanganan. Kematian yang ditimbulkan oleh penyakit ini akibat dehidrasi berat yang diderita seseorang. Maka dari itu anda jangan anggap penyakit ini biasa saja karena penyakit diare ini sangat berbahaya jika tidak segera ditangani dengan benar. Beberapa cara penanganan  atau pertolongan pertama yang mudah bisa dilakukan oleh anda, diantaranya.
1. Jaga keseimbangan cairan
Diare sangat berhubungan sekali dengan cairan tubuh. Makanya tidak salah jika penanganan pertama pada penderita penyakit ini adalah menjaga cairan tubuh agar tetap seimbang dengan cara banyak minum. Namun air minum juga harus diperhatikan, jika tidak ada oralit, maka penggantinya adalah larutan gula garam, teh manis ataupun air mineral. Jangan memberikan susu ataupun minuman dengan pemanis buatan. Bila diberikan, bukannya sembuh justru malah memperparah penyakit.
2. Pola makan
Seseorang yang terserang diare biasanya merasa lemas karena kurangnya tenaga. Nah bukan hanya minuman, makanan juga sangat dibutuhkan oleh penderita diare sebagai pertolongan atau penanganan pertama. Seperti halnya minuman, makanan juga tidak sembarang dimakan, makanlah yang mengandung karbohidrat sebagai sumber tenaga ataupun yang berprotein. Hindarilah makanan seperti sayuran dan buah – buahan sementara waktu sampai sembuh. Sayur dan buah mengandung serat yang justru bisa memperparah kondisi penderita.
3.Istirahat
Istirahat sangat diperlukan oleh seseorang yang menderita penyakit diare, karena penyakit ini bisa menguras tenaga karena asupan makanan dan minuman yang harusnya diserap oleh tubuh malah tebuang sia – sia. Menjaga agar tidak beraktifitas berat menjadi salah satu cara agar tubuh tidak terlalu lemas. Bahkan sebaiknya istirahat total jika memang diarenya sudah parah.
Selain penanganan yang tepat pencegahan juga harus dilakukan sejak awal. Biasakan cuci tangan dengan sabun anti bakteri agar meminimalisir terjadinya penyakit ini. Meskipun diare adalah penyakit yang berbahaya. Namun tetap saja jika pencegahannya tepat dan pertolongan pertama yang cepat, maka penyakit ini tidak akan membahayakan anda.